Cara Menghindari Kerusakan Gigi

Siapa yang tidak suka dengan gigi yang sehat, rapi, bersih, dan bercahaya!! pasti semua orang menginginkan hal tersebut, tetapi untuk memiliki gigi yang sehat, kita harus melakukan perawatan yang tepat. Namun oleh berbagai faktor kesehatan gigi tidak menjadi prioritas bagi masyarakat kebanyakan, kebanyakan orang tidak
akan pergi ke dokter gigi sampai keadaan giginya sangat parah. Cara merawat gigi ada berbagai macam salah satunya adalah dengan menyikat gigi 2 kali sehari, namun Sikat gigi bukanlah satu-satunya senjata yang mampu melindungi gigi Anda. Pola makan Anda juga bisa membantu! Selain menggosok gigi dan menggunakan benang gigi, makanan yang sehat (dengan fluorida tambahan atau alami) akan melindungi gigi dari kebusukan dan juga membantu menjaga kesehatan gusi.


Kebusukan gigi (lubang dan karies gigi) dan penyakit gusi disebabkan oleh koloni bakteri yang selalu melapisi gigi dengan lapisan tipis yang disebut plak. Jika plak ini tidak dibersihkan, bakteri yang ada akan memecah gula dan zat tepung dalam makanan yang akan menghasilkan asam yang merusak enamel gigi. Plak dapat mengeras menjadi tartar, yang dapat menyebabkan radang gusi, yang dikenal sebagai gingvitis.

Diet yang seimbang akan memberikan mineral, vitamin, dan berbagai zat gizi yang penting untuk kesehatan gigi dan gusi. Fluorida, yang sering muncul di berbagai makanan dan air, dapat membantu memerangi kerusakan gigi. Hal ini dapat mengurangi tingkat kerusakan sampai dengan 60%. Dental Health Guidelines dimulai dengan mengingatkan untuk makan dengan benar selama masa kehamilan. Pastikan bahwa gigi anak anda memiliki awal yang baik dengan makan makanan yang sehat selama kehamilan. Hal yang penting adalah kalsium, yang akan membantu membangun gigi dan tulang yang kuat. Serta vitamin D, yang dibutuhkan untuk menyerap kalsium.

Anda akan membutuhkan sejumlah besar kalsium untuk gigi dan tulang yang kuat. Produk susu rendah lemak, susu kedelai, salmon kaleng dan sardin (dengan tulang), almond, sayuran hijau adalah sumber kalsium yang baik. Vitamin D diperlukan untuk menyerap kalsium. Vitamin D didapat dari susu cair, susu kedelai, margarin, ikan berlemak: salmon, atau sinar matahari.

Kuncinya adalah fluorida. Lubang gigi dapat dicegah dengan memberikan fluorida kepada anak-anak dalam tahun-tahun pertama kehidupan mereka. Fluorida didapat dari air, teh, ikan, dan berbagai merek pasta gigi dan mouthwash. Berhati-hatilah untuk asupan fluorida, karena fluorida dapat menyebabkan gigi menjadi belang.

Selain ketiga hal di atas, dibutuhkan juga fosfor, magnesium, vitamin A dan beta karoten. Fosfor banyak ditemukan dalam daging, ikan dan telur, magnesium ditemukan di biji-bijian, bayam dan pisang. Vitamin A juga dibutuhkan untuk membangun gigi dan tulang yang kuat. Sumber beta karoten, yang diubah menjadi vitamin A oleh tubuh, adalah buah berwarna oranye, sayuran berwarna hijau dan oranye.

Anak-anak sangat mudah terserang kerusakan gigi, sehingga sebaiknya mulai kecil anak diajari untuk makan makanan yang baik bagi kesehatan gigi dan gusi. Bantu anak untuk menggosok gigi sampai mereka mampu melakukannya sendiri (usia 6 sampai 7 tahun). Pastikan bahwa anak selalu menggosok gigi dan menggunakan benang gigi seterusnya. Jangan biarkan botol susu ditinggal bersama bayi (karena mengandung laktosa), juga jangan biarkan botol jus atau minuman manis yang lain. Jangan pernah mencelupkan dot bayi ke madu atau sirup.

Faktor gula

Sukrosa atau gula pasir adalah penyebab utama kerusakan gigi, tapi sama sekali bukan sumber utama kerusakan gigi. Makanan bergula seperti cookie, permen, dan soda adalah sumber utama kerusakan gigi. Makanan bertepung tinggi (susu dan sereal) juga memainkan peranan penting dalam kerusakan gigi. Ketika zat tepung bercampur dengan amilase, enzim dalam ludah, hasilnya adalah zat asam yang akan mengerosi enamel gigi dan menyebabkan gigi lebih mudah rusak. Jika makanan seperti ini tinggal lama dalam gigi, maka zat asam yang akan makin bertumpuk dan menyebabkan kerusakan lebih besar.

Berhati-hati juga ketika memakan buah kering. Buah kering dapat menyebabkan kerusakan pada gigi karena tinggi gula dan cenderung lengket. Bahkan jus alami tanpa gula juga dapat menyebabkan kerusakan gigi, karena asam dan kandungan gula sederhana yang cukup tinggi.

Buah segar, terutama apel, adalah pilihan yang lebih baik, karena walaupun manis dan asam, gerakan mengunyah akan menyebabkan aliran ludah aktif. Ludah akan menurunkan keasaman dan membanjiri mulut sehingga membasuh partikel makanan yang tertinggal. Apel dianggap sebagai sikat gigi alami karena juga merangsang gusi, meningkatkan aliran ludah dan mengurangi bakteri penyebab kerusakan gigi. Mulut yang sangat kering juga akan menyebabkan kerusakan gigi. Ludah berhenti mengalir pada saat tidur, sehingga tidur tanpa gosok gigi sangat berbahaya.

Penyakit gusi

Semakin banyak gigi yang hilang karena sakit gusi daripada gigi rusak. Gusi lebih menyerang kepada orang yang tidak memperhatikan kebersihan mulut atau makan makanan yang buruk. Orang yang sangat mungkin menderita penyakit ini antara lain adalah mereka yang menderita alkoholisme, kekurangan nutrisi atau terinfeksi HIV/AIDS, atau orang yang dirawat dengan streoid, atau kemoterapi. Sikat gigi secara teratur, dikombinasikan dengan benang gigi akan mencegah kerusakan gigi.

Gingvitis, atau radang gigi, adalah kondisi umum yang menyebabkan gusi memerah, membengkak dan berdarah, yang biasanya disebabkan oleh penumpukan plak. Perawatan gusi membutuhkan higiene mulut yang baik atau membuang plak yang dilakukan oleh dokter gigi. Jika dibiarkan, gingvitis dapat berakibat periodontitis – yang menyebabkan gigi goyah dan tanggal. Penyakit gusi juga dikaitkan dengan sakit jantung, bahkan gusi berdarah dapat membuka jalan bagi bakteri atau virus untuk masuk dan menyebabkan penyakit jantung. Wanita dengan gigi atau gusi bermasalah juga lebih sering kelahiran bayi prematur.

Gusi berdarah juga merupakan tanda bahwa asupan vitamin C kurang. Pastikan bahwa makanan anda banyak mengandung banyak buah segar dan sayuran. Dengan memakan makanan keras dan berserat, misalnya wortel, akan membantu merangsang gusi.

Makanan yang membantu

Anda dapat melindungi gigi dengan menutup acara makan menggunakan makanan yang mencegah makanan atau mengurangi kerusakan gigi. Misalnya keju tua. Mengunyah permen karet tanpa gula dapat merangsang aliran ludah, yang mengurangi asam dan membasuh partikel makanan. Mencuci mulut dan menggosok gigi setelah makan juga adalah bagian penting untuk mencegah gigi berlubang.

Coba tips berikut:
Makan banyak:
– Makanan kaya kalsium, seperti susu rendah lemak, yogurt dan keju.
– Buah dan sayur segar untuk mendapatkan vitamin A dan C, juga untuk mengunyah,

sehingga menyehatkan gusi.
– Teh, sumber fluorida yang baik.

Batasi konsumsi:
– Buah kering dan makanan lengket lain yang bisa bertengger di antara gigi.

Hindari:
– Minuman manis dan camilan.
– Minum minuman asam dalam waktu lama dan perlahan.

By wahzhu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: